{"id":1920,"date":"2021-07-21T03:35:30","date_gmt":"2021-07-21T03:35:30","guid":{"rendered":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/?page_id=1920"},"modified":"2021-11-09T02:01:28","modified_gmt":"2021-11-09T02:01:28","slug":"prosedur-pengaduan-2","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/?page_id=1920","title":{"rendered":"Prosedur Pengaduan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tata Cara Pengaduan diatur dalam<strong>&nbsp;Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 9 Tahun 2016 Tentang PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN (WHISTLEBLOWING SYSTEM) DI MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DIBAWAHNYA.<br><\/strong>Untuk lebih lengkapnya dapat diunduh pada<strong>&nbsp;<a href=\"https:\/\/jdih.mahkamahagung.go.id\/index.php\/beranda\/database\/2.-Kebijakan-Mahkamah-Agung\/1.-Peraturan-Mahkamah-Agung\/Tahun-2016\/PERMA-NOMOR-9-TAHUN-2016\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">JDIH MA RI<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengaduan dapat disampaikan melalui:<br>a.&nbsp; aplikasi&nbsp;<a href=\"https:\/\/siwas.mahkamahagung.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">SIWAS MA-RI pada situs Mahkamah Agung<\/a>;<br>b.&nbsp; layanan pesan singkat\/SMS;<br>c.&nbsp; surat elektronik (e-mail);<br>d.&nbsp; faksimile;<br>e.&nbsp; telepon;<br>f.&nbsp; meja Pengaduan;<br>g.&nbsp; surat; dan\/atau<br>h.&nbsp; kotak Pengaduan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dalam hal Pengaduan diajukan secara lisan;<\/strong><br>a.&nbsp; Pelapor&nbsp; datang&nbsp; menghadap&nbsp; sendiri&nbsp; ke&nbsp; meja Pengaduan, dengan menunjukkan indentitas diri.<br>b.&nbsp; petugas&nbsp; meja&nbsp; Pengaduan&nbsp; memasukkan&nbsp; laporan Pengaduan ke dalam aplikasi SIWAS MA-RI<br>c.&nbsp; petugas&nbsp; meja&nbsp; Pengaduan&nbsp; memberikan&nbsp; nomor register&nbsp; Pengaduan&nbsp; kepada&nbsp; Pelapor&nbsp; guna&nbsp; memonitor tindak lanjut penanganan Pengaduan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dalam hal Pengaduan dilakukan secara tertulis<\/strong>, memuat:<br>a.&nbsp; identitas Pelapor;<br>b.&nbsp; identitas Terlapor jelas;<br>c.&nbsp; perbuatan&nbsp; yang&nbsp; diduga&nbsp; dilanggar&nbsp; harus&nbsp; dilengkapi dengan&nbsp; waktu&nbsp; dan&nbsp; tempat&nbsp; kejadian,&nbsp; alasan penyampaian&nbsp; Pengaduan,&nbsp; bagaimana&nbsp; pelanggaran itu&nbsp; terjadi&nbsp;&nbsp;&nbsp; misalnya,&nbsp; apabila&nbsp; perbuatan&nbsp; yang diadukan&nbsp; berkaitan&nbsp; dengan&nbsp; pemeriksaan&nbsp; suatu perkara, Pengaduan harus dilengkapi dengan nomor<br>perkara;<br>d.&nbsp; menyertakan&nbsp; bukti&nbsp; atau&nbsp; keterangan&nbsp; yang&nbsp; dapat mendukung Pengaduan yang disampaikan misalnya, bukti&nbsp; atau&nbsp;keterangan&nbsp; ini&nbsp; termasuk&nbsp; nama,&nbsp; alamat dan&nbsp; nomor&nbsp; kontak&nbsp; pihak&nbsp; lain&nbsp; yang&nbsp; dapat&nbsp; dimintai keterangan&nbsp; lebih&nbsp; lanjut&nbsp; untuk&nbsp; memperkuat Pengaduan Pelapor; dan<br>e.&nbsp; petugas&nbsp; Meja&nbsp; Pengaduan&nbsp; memasukkan&nbsp; laporan Pengaduan&nbsp; tertulis&nbsp; ke&nbsp; dalam&nbsp; aplikasi&nbsp; SIWAS&nbsp; MA-RI dengan&nbsp; melampirkan&nbsp; dokumen&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pengaduan. Dokumen&nbsp; asli&nbsp; Pengaduan&nbsp; diarsipkan&nbsp; pada Pengadilan yang bersangkutan dan dapat dikirim ke Badan Pengawasan apabila diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dalam&nbsp; hal&nbsp; Pengaduan&nbsp; dilakukan&nbsp; secara&nbsp; elektronik<\/strong>,<br>memuat:<br>a.&nbsp; identitas Pelapor;<br>b.&nbsp; identitas Terlapor jelas;<br>c.&nbsp; dugaan&nbsp; perbuatan&nbsp; yang&nbsp; dilanggar&nbsp;&nbsp;&nbsp; jelas,&nbsp; misalnya perbuatan&nbsp; yang&nbsp; diadukan&nbsp; berkaitan&nbsp; dengan pemeriksaan&nbsp; suatu&nbsp; perkara&nbsp; maka&nbsp; Pengaduan&nbsp; harus dilengkapi dengan nomor perkara;<br>d.&nbsp; menyertakan&nbsp; bukti&nbsp; atau&nbsp; keterangan&nbsp; yang&nbsp; dapat mendukung Pengaduan yang disampaikan. Misalnya bukti atau keterangan termasuk nama&nbsp; jelas, alamat dan&nbsp; nomor&nbsp; kontak&nbsp; pihak&nbsp; lain&nbsp; yang&nbsp; dapat&nbsp; dimintai keterangan&nbsp; lebih&nbsp; lanjut&nbsp; untuk&nbsp; memperkuat Pengaduan Pelapor.<br>e.&nbsp; meskipun Pelapor tidak mencantumkan identitasnya secara lengkap, namun apabila informasi Pengaduan logis&nbsp; dan&nbsp; memadai,&nbsp; Pengaduan&nbsp; dapat ditindaklanjuti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tata Cara Pengiriman<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengaduan&nbsp; disampaikan&nbsp; kepada&nbsp; Mahkamah&nbsp; Agung,&nbsp; satuan kerja&nbsp; eselon&nbsp; I&nbsp; pada&nbsp; Mahkamah&nbsp; Agung,&nbsp; Pengadilan&nbsp; Tingkat Banding&nbsp; atau&nbsp; Pengadilan&nbsp; Tingkat&nbsp; Pertama&nbsp; secara&nbsp; lisan&nbsp; dan tertulis&nbsp; melalui&nbsp; Meja&nbsp; Pengaduan&nbsp; pada&nbsp; Mahkamah&nbsp; Agung, satuan&nbsp; kerja&nbsp; eselon&nbsp; I&nbsp; pada&nbsp; Mahkamah&nbsp; Agung,&nbsp; Pengadilan Tingkat&nbsp; Banding&nbsp; atau&nbsp; Pengadilan&nbsp; Tingkat&nbsp; Pertama&nbsp; dan\/atau secara elektronik melalui aplikasi SIWAS MA-RI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda ingin memasukkan pengaduan melalui Pengadilan Negeri Malang, silahkan masukkan\/kirimkan pengaduan anda ke:<br><strong>Kantor Pengadilan Negeri Malang, Jl. Jend. Ahmad Yani Utara 65126, Telepon. (0341) 491254 Fax (0341) 495171<\/strong><br>atau dengan mempergunakan&nbsp;&nbsp;<a href=\"https:\/\/siwas.mahkamahagung.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sistem Online Pengaduan Mahkamah Agung RI<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hak-hak Pelapor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>mendapatkan perlindungan kerahasiaan identitasnya;<\/li><li>mendapatkan kesempatan untuk dapat memberikan keterangan secara bebas tanpa paksaan dari pihak manapun;<\/li><li>mendapatkan informasi mengenai tahapan laporan\/Pengaduan yang didaftarkannya;<\/li><li>mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dengan Terlapor dalam pemeriksaan;<\/li><li>mengajukan bukti untuk memperkuat Pengaduannya; dan<\/li><li>mendapatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hak-hak Terlapor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>membuktikan bahwa ia tidak bersalah dengan mengajukan Saksi dan alat bukti lain;<\/li><li>mendapatkan kesempatan untuk dapat memberikan keterangan secara bebas tanpa paksaan dari pihak manapun;<\/li><li>mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dengan Pelapor dalam pemeriksaan;<\/li><li>meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya; dan<\/li><li>mendapatkan surat keterangan yang menyatakan bahwa Pengaduan atas dirinya tidak terbukti.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"https:\/\/jdih.mahkamahagung.go.id\/index.php\/beranda\/database\/2.-Kebijakan-Mahkamah-Agung\/1.-Peraturan-Mahkamah-Agung\/Tahun-2016\/PERMA-NOMOR-9-TAHUN-2016\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 9 Tahun 2016 Tentang PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN (WHISTLEBLOWING SYSTEM) DI MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DIBAWAHNYA.<\/a><\/li><\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khusus untuk aparatur Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan di bawahnya, pengaduan dapat disampaikan melalui layanan pesan singkat (SMS) berisi uraian singkat mengenai hal yang dilaporkan\/diadukan dengan mencantumkan nomor telepon yang dapat dihubungi dan disampaikan kepada Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dengan nomor telepon 085282490900 dengan format:&nbsp;<strong>nama pelapor#nip\/no.identias pelapor#nama terlapor#satuan kerja terlapor#isi pengaduan.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tata Cara Pengaduan diatur dalam&nbsp;Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 9 Tahun 2016 Tentang PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN (WHISTLEBLOWING SYSTEM) DI MAHKAMAH [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"class_list":["post-1920","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1920"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3501,"href":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/1920\/revisions\/3501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pn-simpangtigaredelong.go.id\/newpnstr\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}